
Pameran Kriya Jemari 2025 berlangsung pada 20–22 November 2025 di Graha Wangsa, Bandar Lampung — merupakan kelanjutan dari event sebelumnya bernama “Lampung Craft.” Lampung Province Portal+2Dinas Perindag Provinsi Lampung+2
Tahun ini pameran mengusung tema “Merajut Tradisi, Menenun Inovasi” — sebuah simbol transformasi kerajinan tradisional menjadi produk yang relevan dengan perkembangan zaman. Dinas Perindag Provinsi Lampung+2Lampung Province Portal+2
Pameran ini bukan hanya sekadar etalase produk; ia menjadi ruang kolaborasi antara perajin, desainer, UMKM, komunitas seni, dunia usaha, dan instansi — untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Lampung. Lampung Province Portal+2detiknews+2

Potensi Sinergi Lampung Ethnica dan Kriya Jemari
Mengacu pada profil dan visi Lampung Ethnica — yakni mengangkat kain tapis ke pasar luas, pemberdayaan masyarakat, serta inovasi desain — maka keikutsertaan di Kriya Jemari sangat selaras. Berikut beberapa poin penting:
- Menampilkan warisan budaya secara modern dan menarik: Produk Lampung Ethnica bisa menjadi representasi ideal dari semangat “Merajut Tradisi, Menenun Inovasi.”
- Menguatkan branding kerajinan lokal Lampung: Partisipasi di pameran daerah besar membantu memperkenalkan brand ke khalayak lebih luas — termasuk calon konsumen dari luar Lampung.
- Memberikan peluang pasar & kolaborasi: Dengan bergabung dalam pameran bersama perajin, UMKM, dan stakeholder lainnya, Lampung Ethnica memiliki peluang menjalin kemitraan, memasarkan produk, dan belajar tren terkini.
- Memperkuat aspek sosial & pelestarian budaya: Melalui pameran, nilai budaya tapis dan kriya Lampung bisa dilihat, diapresiasi, dan dibawa ke masa depan bersama generasi muda.

Mengapa Ini Penting untuk Lampung & Identitas Lokal
Kriya Jemari 2025 menunjukkan bahwa kerajinan tradisional Lampung — tidak hanya sebagai artefak budaya — bisa menjadi produk ekonomi kreatif yang kompetitif, relevan, dan bernilai. Lampung Province Portal+2Lampung Province Portal+2
Lampung Ethnica, dengan basis komunitas dan fokus pada pemberdayaan sosial, memproyeksikan bahwa pelestarian budaya tidak harus statis: melainkan bisa hidup, berkembang, dan menjadi bagian dari kehidupan modern masyarakat Lampung maupun pasar nasional/global.
Dalam jangka panjang, kombinasi antara tradisi (kain tapis) + inovasi desain + pemberdayaan komunitas + akses pasar modern dapat menjadi model penggerak ekonomi kreatif yang berkelanjutan di Lampung — menjaga identitas sekaligus membuka peluang baru.
Harapan dan Ajakan
Melalui momentum Kriya Jemari 2025, Lampung Ethnica diharapkan dapat:
- Meningkatkan eksposur produk tapis dan kriya Lampung ke khalayak luas, termasuk konsumen muda dan pasar urban.
- Menginspirasi lebih banyak masyarakat — terutama generasi muda dan ibu rumah tangga — untuk terlibat dalam pelestarian budaya lewat karya dan kreativitas.
- Menjadi contoh bahwa budaya lokal bisa “menari” dalam bentuk modern tanpa kehilangan akar.
- Memperkuat ekonomi kreatif Lampung secara kolektif, inklusif, dan berkelanjutan.